PENGAWASAN pada makanan, baik yang terbungkus maupun tidak harus dilakukan secara tegas. Seperti jelang Lebaran kali ini, banyak makanan tidak layak konsumsi dan berpengaruh buruk terhadap kesehatan konsumen beredar luas di pasaran. Hal ini hanya karena ulah sejumlah oknum yang menginginkan untung lebih pada momen hari raya.
Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang Ngargono menuturkan, pengawasan terhadap produk-produk makanan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat harus diperketat. Pengawasan yang efektif, ungkapnya, antara lain bisa dilakukan jika konsumen juga bersedia melindungi dirinya sendiri dengan selektif terhadap produk-produk yang akan dikonsumsi. Sehingga konsumen perlu memahami ciri-ciri produk yang sudah terdaftar dan aman untuk dikonsumsi ataupun tidak.
“Hal ini juga perlu dibarengi dengan pengawasan dari pihak terkait. Bagi konsumen, jika ada produk dengan harga jauh lebih murah hendaknya perlu mewaspadai tentang keamanan produk itu,” tandas Ngargono.
Aparat penegak hokum, menurut Ngargono, juga harus bertindak tegas pada pemilik serta pengedar produk obat dan makanan yang tidak memiliki izin edar serta tidak sesuai dengan peraturan. “Penyitaan dan pemusnahan barang bukti memang harus tetap dilakukan dan ditingkatkan melalui kerjasama dengan berbagai pihak.
Pada UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen disebutkan bahwa barangsiapa pelaku usaha melanggar kaidah persyaratan makanan dan minuman, maka diancam pidana maksimal lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 2 miliar. “Kalau ini diterapkan, dimungkinkan bisa memberikan efek jera,” jelas Ngargono.
Terkait dengan kesehatan dan keamanan produk dalam parsel, Ngargono berharap adanya regulasi khusus bagi pembuat parsel. “Regulasi tersebut bisa menyangkut pencantuman identitas pembuat parsel yang diterakan pada pembungkus/kemasannya. Hal ini sebagai bentuk tanggungjawab atas keamanan dan kesehatan dari isi bingkisan tersebut, sehingga memang benar-benar berkualitas,” ujarnya.
Jika pembuat parsel mencantumkan nama, alamat, dan nomor telepon, tentu kualitas barang akan lebih terjaga. Selain itu, dengan alamat tersebut, ada pihak yang bertanggungjawab jika ada barang dalam bingkisan yang bermasalah. (puji)
sumber : harian semarang
BANYAK orang tak cermat terhadap makanan-minuman (mamin) atau jajanan yang akan dibeli dan dikonsumsinya. Padahal, tak jarang orang membeli mamin yang mengandung zat berbahaya, yang bisa menyebabkan penyakit mematikan seperti kanker.
Ada empat zat berbahaya yang seringkali dicampur pada mamin maupun bahan pembuatnya. Keempat zat tersebut, di antaranya mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita.
Sebenarnya penggunaan zat tersebut bukan sebagai penambah rasa makanan, melainkan berperan sebagai pengawet ataupun memperindah tampilan saja. Berikut keempat zat berbahaya dan efeknya bagi tubuh manusia.
1. Pewarna Kuning Metanil (Methanil Yellow)
Kuning Metanil adalah zat warna sintesis berwarna kuning kecokelatan dan berbentuk padat atau serbuk yang digunakan untuk pewarna tekstil dan cat yang dilarang digunakan sebagai pewarna pangan.
Jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata, dan tertelan sangat membahayakan. Bisa menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan, gangguan pada mata, dan penyebab kanker pada kandung dan saluran kemih. Jika tertelan, menyebabkan mual, muntah, sakit perut, diare, panas, rasa tidak enak, dan tekanan darah rendah.
Ciri pangan dengan pewarna kuning metanil, biasanya berwarna kuning mencolok dan cenderung berpendar. Kerap menimbulkan titik-titik warna karena tidak homogen, misalnya pada kerupuk, mi, serta penganan/jajanan berwarna kuning. Zat ini banyak pula digunakan sebagai pewarna pada tahu.
2. Pewarna Rhodamine B
Rhodamine B merupakan pewarna sintesis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas, berbentuk serbuk kristal merah keunguan, dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar. Zat ini juga dilarang digunakan untuk makanan, berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata, dan tertelan.
“Zat ini sangat berbahaya bagi tubuh. Memang tidak terasa langsung sih. Tapi dalam jangka waktu cukup lama, zat pewarna yang menetap dalam tubuh ini sangat bisa menggerogoti tubuh manusia. Padahal, rata-rata konsumen dari makanan dan minuman yang mengandung Rhodamine B rata-rata anak-anak. Sehingga setelah dewasa, baru efeknya dapat terasa oleh tubuh,” tutur Agra Wahyu, staf Farmasi Makanan Minuman dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Akibat yang ditimbulkan bisa iritasi pada saluran pernapasan, iritasi kulit, iritasi pada mata, iritasi saluran pencernaan, dan bahaya kanker hati. Jika tertelan, selain menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, menjadikan air seni berwarna merah atau merah muda. Penyalahgunaan Rhodamine B untuk pewarna pangan telah banyak ditemukan pada panganan seperti kerupuk, terasi, dan beberapa jajanan yang berwarna merah. Selain itu, zat ini juga banyak terdapat pada makanan ringan, kembang gula, sirup, manisan, dawet, bubur, ikan asap, dan cendol.
3. Formalin
Formalin adalah larutan tidak berwarna namun baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. Biasanya ditambah metanol hingga 15% sebagai pengawet. Barang ini biasa digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan disinfektan untuk peralatan rumahsakit serta untuk pengawet mayat. Formalin dilarang keras digunakan untuk pengawet makanan.
Bahaya formalin jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan, bisa menyebabkan luka bakar, iritasi pada saluran pernapasan, reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Gejala yang ditimbulkan jika formalin tertelan, maka mulut, tenggorokan, dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah, diare, kemungkinan terjadi perdarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi, kejang, tidak sadar, hingga koma. Selain itu, juga bisa menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal.
Beberapa makanan yang ditemukan mengandung formalin sebagai pengawet di antaranya mi basah, tahu, bakso, ayam, ikan, serta beberapa hasil laut lainnya.
Ciri-ciri mi basah berformalin, tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar (25 derajat Celcius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat Celsius). Tidak lengket dan lebih mengilap dibandingkan mi normal. Bau formalin juga agak menyengat.
Ciri-ciri tahu berformalin, tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar 25 derajat Celsius dan bisa tahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat Celsius). Tahu terlampau keras, kenyal namun tidak padat, bau agak menyengat.
Ciri-ciri ikan segar atau hasil laut berformalin, tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar (25 derajat Celcius). Warna insang merah tua, tidak cemerlang, bukan merah segar, dan warna daging ikan putih bersih, berbau formalin agak menyengat.
Ciri-ciri ikan asin berformalin, tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu 25 derajat Celcius. Bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin. Tidak dihinggapi lalat di area berlalat.
Ciri-ciri bakso berformalin, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar 25 derajat Celcius, teksturnya sangat kenyal, dan bau formalin agak menyengat.
Ciri-ciri ayam berformalin, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar 25 derajat Celcius, teksturnya kencang, dan tercium bau formalin.
4. Boraks
Boraks adalah senyawa berbentuk kristal, warna putih, tidak berbau, dan stabil pada suhu tekanan normal. Boraks merupakan senyawa kimia berbahaya untuk pangan dengan nama kimia natrium tetrabonat (NaB4O7 10H2O). Dapat dijumpai dalam bentuk padat dan jika larut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Boraks atau asam borat biasa digunakan sebagai bahan pembuat deterjen, bersifat antiseptik.
Bahan berbahaya ini haram digunakan untuk makanan. Bahaya boraks jika terhirup, mengenai kulit, dan tertelan, bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan, iritasi kulit, iritasi mata, dan kerusakan ginjal. Jika boraks 5-10 gram tertelan oleh anak-anak, bisa menyebabkan shock dan kematian.
Efek akut dari boraks bisa menyebabkan badan berasa tidak enak, mual, nyeri hebat pada perut bagian atas, perdarahan gastro-enteritis disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam, dan sakit kepala. Penyalahgunaan boraks untuk makanan telah ditemukan pada mi basah, bakso, kerupuk, dan jajanan lainnya.
Ciri-ciri mi basah mengandung boraks, teksturnya kenyal, lebih mengilat, tidak lengket, dan tidak cepat putus. Ciri-ciri bakso mengandung boraks, teksturnya sangat kenyal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging, namun lebih cenderung keputihan. Ciri-ciri jajanan (seperti lontong) mengandung boraks, teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, seperti sangat gurih dan membuat lidah bergetar dan meberikan rasa getir. Ciri-ciri kerupuk mengandung boraks, teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir. (lissa)
Semarang, CyberNews. Arus mudik di Bandara Internasional Ahmad Yani pada H-7 hari ini sudah mulai terasa, baik penerbangan domestik maupun internasional, menyusul kedatangan buruh migran (TKI) dari mancanegara. Manager Operasi PT Angkasa Pura I, Edi Hartono memprediksi lonjakan penumpang selama arus mudik berkisar 10-15 persen. Jumlah kursi yang disediakan sebanyak 3.700. "Hanya satu maskapai yang sudah mengajukan penambahan, yakni Trigana Airlines dengan rute penerbangan Semarang-Pangkalanbun," ujarnya, Jumat (3/9).
Penambahan satu kali penerbangan ini akan dilakukan pada 6, 8 dan 9 September. Sedangkan lima maskapai penerbangan lainnya hingga hari ini belum mengajukan penambahan. Disinggung tiket yang habis selama arus mudik Lebaran, hal itu tidak benar. Menurutnya, sampai kini kapasitas kursi yang tersedia masih cukup. Sedangkan kebijakan tarif tiket, sudah diatur oleh Asosiasi Penerbangan Indonesia (Inaca). Penetapan tarif sesuai batas atas dan batas bawah. "Boleh kurang dari batas bawah, tapi tidak boleh melebihi tarif batas atas. Kami tidak berwenang atas kebijakan penetapan tarif, yang kami lakukan hanya sebatas pengawasan," tegasnya.
Untuk rute Semarang-Jakarta, tarif batas bawah kelas ekonomi Rp 670.000, dan tarif batas atas Rp 993.000. Sedangkan untuk kelas eksekutif Rp 1.600.000. Diperkirakan puncak arus mudik yang menggunakan pesawat akan terjadi pada H-2. Sejauh ini untuk penerbangan pagi, rata-rata penumpang masih mencapai 400-500 orang. Dengan jumlah penerbangan 27-28 kali. Edi menambahkan kedatangan internasional masih didominasi oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terutama dari Timur Tengah, Hongkong, Malaysia dan Singapura. Kedatangan mereka untuk cuti Lebaran di kampung halamannya masing-masing.
(
Hartatik /CN14 )
sumber:suaramerdeka.com
SEMARANG - Penataan pedagang kaki lima (PKL) yang mulai digalakkan Pemerintah Kota (pemkot) Semarang mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Salah satunya yakni sorotan dari YLBHI-LBH
Semarang.
Pihak LBH tersebut mendesak agar pemkot serius dan berkomitmen untuk menata PKL.
Staff YLBHI-LBH Semarang, Andiyono SH, mengatakan, jika PKL tak selayaknya dipaksa pindah demi kepentingan pembangunan.
Ia menilai jika PKL juga memberikan pendapatan bagi pemkot melalui penarikan retribusi dan pendapatan yang lainnya.
" Biasanya kawasan PKL juga menjadi tujuan wisata khususnya wisata kuliner karena mempunyai daya tarik tersendiri," katanya.
Untuk itu, pihaknya meminta agar pemkot serius dalam memperhatikan nasib PKL melalui penataan yang bagus. Selain itu, pihaknya juga menolak segala bentuk upaya penggusuran terhadap PKL yang tanpa solusi.
" PKL
Pahlawan itu hanya diberi surat peringatan untuk segera pindah tanpa diberikan solusinya," ungkap Andiyono.
Menurutnya, penggusuran PKL tak akan memecahkan permasalahan. Justru malah menambah persoalan menjadi panjang. Pasalnya, dengan penggusuran tersebut PKL akan menjadi pengangguran. Hal itu berarti menambah daftar kemiskinan di Kota Semarang.Keberadaan PKL akhir-akhir ini memang mengundang perhatian tersendiri.
Apalagi dengan kebijakan pemerintah yang akan membenahi para PKL Kota Semarang. Akan tetapi, kebijakan tersebut selalu mendapat penolakan dari PKL. Mereka menilai, kebijakan yang ditawarkan pemerintah bukan merupakan solusi dan cenderung merugikan PKL. Contohnya, ketika ada pembangunan yang berdekatan dengan tempat jualan PKL, maka mereka selalu menjadi barisan terdepan yang dikorbankan dan dipaksa mengalah." kenapa pemerintah semarang tidak bisa berkaca dari kejadian sebelumnya. Harusnya pemerintah memberikan solusi yang terbaik untuk kami agar kami tetap bisa mencari nafkah bukan malah menggusur, " keluh jauhari, salah seorang pedagang di Kawasan Jalan Pemuda ini.
Dia mengharap agar pemkot memberikan perhatian terhadap keberadaan PKL. Pasalnya, mereka juga merasa warga Semarang yang patut mendapat pengakuan di Semarang. " Kalau kami mau digusur ya beri kami tempat pengganti yang sama strategisnya dengan tempat lama, " harapnya.
(mg8)
sumber: radar semarang
 |
| Demi Zakat, Warga Antre Sejak Pagi |
Semarang: Ratusan orang di Semarang, Jawa Tengah, rela antre hingga berjam-jam demi mendapatkan uang Rp 25 ribu dalam pembagian zakat, Selasa (31/8). Mereka sudah mengantre sejak pukul tujuh pagi, meski pembagian zakat di rumah seorang pengusaha di Jalan Kauman Semarang itu baru dimulai pukul 10.00 WIB. Antrean para penerima zakat ini mencapai lebih dari 50 meter.
Sejumlah petugas dari Kepolisian Sektor Semarang mengamankan pembagian zakat ini. Polisi langsung menghalau warga yang mencoba menerobos antrean untuk menghindari kericuhan. Panitia sendiri menyiapkan 1.000 lebih amplop zakat yang dibagikan dalam waktu dua hari.
Meski warga yang ikut antrean cukup banyak, pembagian zakat ini berjalan tertib dan lancar. Sebab, setiap penerima zakat sudah didata dan mendapatkan kupon.
sumber: liputan6.com
Tugu Muda Makin Ramai
 |
| Ramai Anak Muda: Suasana malam hari di Tugu Muda | | Semarang ramai anak muda. (SM CyberNews/Yulianto) |
SAAT melewati Tugu Muda pada malam hari, suasana tampak ramai terutama anak-anak muda yang ingin menikmati Kota Semarang. Mereka datang ke Tugu Muda biasanya secara berkelompok baik dengan teman akrab maupun pacarnya. Berbagai macam aktivitas yang dilakukan mereka di taman itu dari sekedar nongkrong sembari "cuci mata" untuk mencari teman baru sebaya.
Tidak hanya itu, beberapa orang duduk di rumput taman sampai berpose bak seperti foto model untuk diambil gambarnya oleh temannya melalui kamera digital atau ponsel. Saking asyiknya, melihat teman mereka berpose seperti ala model itu, teman yang lainnya pun ikut tergoda untuk difoto secara bersama.
Adapun anak muda yang berkunjung di Tugu Muda mayoritas berasal dari Semarang yang ingin refresing melepaskan kepenatan setelah seharian menjalankan aktivitas rutin dari pekerjaan. Mereka mencari tempat yang tenang untuk menikmati bersama teman akrab masing-masing.
Salah satu pengunjung, Adi mengatakan sebaiknya di Tugu Muda ada taman bunga sehingga bisa lebih enak dipandang mata. Sekarang di taman hanya ditumbuhi pohon cemara saja. "Lebih baik kalau ditata lagi sehingga bisa lebih indah dan nyaman," ujarnya.
Sementara itu beberapa orang terlihat berlatih dengan melakukan aksi-aksi dengan menggunakan sepeda BMX sehingga membuat hiburan tersendiri. Mereka memanfaatkan plester di sekitar kolam di Tugu Muda untuk mengasah kemampuannya dengan menunjukkan berbagai teknik.
Tidak Nyaman
Sayangnya ruang publik itu, kurang dari segi keamanannya terutama pada malam hari sehingga harus mendapatkan perhatian. Sebab, ada ulah sekelompok orang yang sangat menganggu pengunjung sehingga membuat tidak nyaman pengunjung, bahkan menjadi takut. Ulah belasan remaja yang bergerombol itu yakni menyalakan berbagai macam petasan seperti petasan air mancur dan petasan gangsing, petasan itu tidak hanya diterbangkan ke atas udara namun dilemparkan ke pengunjung. Dikhawatirkan akibat lemparan itu membahayakan pengunjung yang tengah duduk di samping kolam air mancur. Apalagi kalau mengenai kaki pengunjung bisa cidera.
Seharusnya aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memantau di Tugu Muda dan di berbagai tempat-tempat terutama fasilitas umum. Selain itu parkiran di Tugu Muda tersebut juga harus ditata dengan rapi tepatnya di depan bangunan kuno Lawang Sewu. Apalagi jika Tugu Muda dikembangkan dengan baik, maka akan menjadi salah satu magnet sebagai aset untuk objek wisata sehingga bisa mendatangkan pengunjung dari luar kota Semarang.
(Yulianto/Bambang Is)
Sumber : Suara Merdeka CyberNews.
TRADISI dugderan menyambut Bulan Suci Ramadhan pada tahun ini diadakan di dua tempat yakni di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan Pasar Johar Semarang. Berbeda dugderan pada tahun sebelumnya yang dipusatkan di sekitar MAJT. Saat ini ratusan pedagang dugderan telah menempati lokasi dugderan di sepanjang Jalan Kyai Haji Agus Salim, Jalan Pedamaran dan Jalan Pemuda.
Sebagian besar pedagang dugderan memilih berjualan di sekitar Pasar Johar karena lebih ramai pengunjungnya dibandingkan di MAJT. Sejak dibuka Minggu (1/8), para pedagang telah menempati lokasi dan mulai berjualan di tenda masing-masing. Acara ini dimulai selama sepuluh hari menjelang 1 Ramadan tiba.
Ekonomi masyarakat sekitar pun menggeliat. Pasalnya, transaksi jual beli antara pedagang dugderan dan pengunjung cukup signifikan. Berbagai wahana permainan anak yang menambah semarak dugderan, juga banyak dipilih pengunjung. Cukup dengan membayar tiket Rp 5.000 per orang, mereka sudah bisa menikmati permainan tersebut
Nampaknya, pedagang lebih antusias apabila ditempatkan di Pasar Johar karena dugderan awalnya memang berada di sekitar Masjid Kauman di Pasar Johar. Sayangnya, pedagang yang tidak mendapatkan tempat, nekat menggelar dagangan dengan cara menempatkan terpal seenaknya di sisi Jalan Pedamaran sehingga menambah sesak lalu lintas dan menyebabkan kemacetan.
Padahal sejumlah kendaraan seperti motor banyak melintas. Saat ini penataan jenis produk yang dijual masih belum tertata apik sehingga terpencar-pencar. Begitu pula dengan wahana permainan yang menyebar di tiga titik sehingga memakan banyak badan jalan. Hal itu semakin menambah kemacetan jalan raya terutama di depan kantor Pos Besar, terutama pada siang hari atau jam-jam padat.
Meskipun petugas satlantas telah memasang gason penghalang agar kendaraan yang dari arah Imam Bonjol tidak memutar di depan Kantor Pos Besar, ternyata tidak berpengaruh. Bahkan, kemacetan pun semakin bertambah parah dengan banyaknya angkutan kota yang berhenti atau
ngetem, mulai dari Jembatan Berok hingga depan Kantor Pos Besar.
Tumpahnya pedagang ke tengah jalan sehingga menyisakan satu lajur untuk lalu lintas kendaraan bermotor dan mobil ditengarai menjadi penyebab kemacetan. Apalagi belum ada petugas baik dari Satlantas maupun dari Dishub yang mengatur lalu lintas di sekitar lokasi dugderan.
Untuk masalah ini, seharusnya Dinas Pasar Kota Semarang bisa menempatkan personil untuk kelancaran lalu lintas serta melakukan penataan ulang. Seperti penempatan pedagang, memberikan daerah zonasi atau penempatan jenis barang yang serupa dan menjaga kebersihan.
Pemasukan
Salah seorang pedagang dugderan, Purnomo mengatakan, rata-rata setiap hari memperoleh pemasukan sebesar Rp 200.000 hingga Rp 300.000. Pemasukan bertambah saat ramai pengunjung seperti pada Sabtu malam dan hari Minggu "Di hari-hari biasa saya hanya mendapatkan Rp 100.000-Rp 150.000," ungkapnya.
Dia menjelaskan berbagai produk gerabah itu yang dijualnya harganya bervariasi, mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 20.000. Untuk harga celengan mulai dari Rp 15.000.
Nasib berbeda justru dialami para pemilik toko di Pasar Johar yang justru mengalami kerugian. Yuni, salah seorang pemilik toko mengakui adanya dugderan di Pasar Johar membuat omzet pemasukannya menjadi turun hingga 50 persen.
Dibandingkan tahun sebelumnya saat dugderan masih diadakan di MAJT, pemasukannya bisa naik. "Sebab, saat itu dugderan buka hingga malam hari, sementara toko pada sore hari sudah tutup," ujarnya.
Selain berjualan barang pecah belah berupa mangkuk, celengan dan guci serta mainan anak, pedagang juga menjual pakaian dan sandal. Dengan kata lain, produk yang dijual itu sama dengan barang yang dijual pemilik toko di Pasar Johar. Bahkan, pengunjung yang membeli barang di pedagang dugderan bisa menawar harga, sedangkan di toko setiap barang telah dilabeli dengan harga pas.
(Yulianto/CN26)
sumber : www.suaramerdeka.com
(ANTARA) SEMARANG--MI: Rangkaian kegiatan Dugderan Kota Semarang di antaranya senam massal 5.000 orang, festival dolanan bocah, pergelaran tari warak dugder, hingga karnaval dugderan 2009, mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Masyarakat ikut serta dalam sejumlah kegiatan serta ikut menyemarakan tradisi dugderan yang diselenggarakan setiap tahun menjelang puasa di Lapangan Simpanglima Semarang, Jumat (21/8). Kegiatan yang berpusat di Lapangan Simpanglima dimulai Jumat pukul 06:00 WIB sedangkan yang berada di halaman Balaikota berupa upacara pemberangkatan karnaval oleh Wali Kota Semarang yang menampilkan rebana modern, warak dugder, rampak kendang, serta penghargaan pemenang festival dolanan bocah dimulai pukul 13:00 WIB. Karnaval Dugderan 2009, dimulai dari Halaman Balikota menuju Jalan Pemuda, Masjid Kauman, Kranggan, Jalan Gajah Mada, Simpanglima, Jalan A. Yani, Jalan Brigjen Sudiarto, Jalan Gajah, dan berakhir di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Wali Kota Semarang mengikuti arak-arakan dengan menggunakan bendi hias, diiringi dengan barisan mobil hias Warag Ngendhog. Selain itu, untuk memeriahkan acara ini, di halaman Masjid Kauman juga digelar dugderantempoe doeleo sejak 15-21 Agustus yang menampilkan berbagai dolanan seperti gangsingan, egrang, meramu minuman takjil futur, klotekan sahur-sahur, dan kapal otok-otok. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Agung Prijo Utomo menjelaskan, dugderan adalah tradisi masyarakat Kota Semarang yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur datangnya bulan Ramadhan. Agung mengatakan, kegiatan dugderan Kota Semarang merupakan bagian dari program Visit Indonesia Year 2009 dan untuk mendongkrak kedatangan wisatawan, untuk tahun 2009 dugderan mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya terpusat di kompleks Masjid Agung Kauman dan sekarang dipecah di lima titik agar kegiatannya banyak dan semakin semarak. Ke lima titik tersebut yakni di Masjid Agung Kauman, MAJT, Masjid Baiturrahman, Lapangan Simpanglima, dan halaman Balaikota Semarang. Ia mengatakan, peserta karnaval yang berasal dari Balaikota Semarang dengan peserta pasukan berkuda, pasukan Bendera Merah Putih, pasukan Bhineka Tunggal Ika, mobil hias, barisan bendi hias, barisan mobil hias Warak Ngendog, dan kendaraan hias. Sementara yang dari Masjid Baiturrahman pesertanya, kelompok drum band, kelompok seni budaya, barisan mobil hias, dan kelompok partisipan lainnya dengan rute Baiturrahman mengitari Simpanglima dan kembali ke Baiturrahman untuk yang pejalan kaki. Sedangkan yang kendaraan rutenya Baiturrahman, Jalan Gajah Raya, dan berakhir di MAJT. Tingginya antusias masyarakat untuk menyemarakkan kegiatan Dudgeran Kota Semarang, menyebabkan di sejumlah ruas jalan di Kota Semarang macet. (Ant/OL-02)
Duderan adalah sebuah upacara yang menandai bahwa bulan puasa telah datang, dulu dugderan merupakan sarana informasi Pemerintah Kota Semarang kepada masyarakatnya tentang datangnya bulan Ramadhan. Dugderan dilaksanakan tepat 1 hari sebelum bulan puasa. Kata Dugder, diambil dari perpaduan bunyi dugdug, dan bunyi meriam yang mengikuti kemudian diasumsikan dengan derr.
Kegiatan ini meliputi pasar rakyat yang dimulai sepekan sebelum dugderan, karnaval yang diikuti oleh pasukan merahputih, drumband, pasukan pakaian adat “BINNEKA TUNGGAL IKA” , meriam , warak ngendok dan berbagai potensi kesenian yang ada di Kota Semarang. Ciri Khas acara ini adalah warak Ngendok sejenis binatang rekaan yang bertubuh kambing berkepala naga kulit sisik emas, visualisasi warak ngendok dibuat dari kertas warna – warni. Acara ini dimulai dari jam 08.00 sampai dengan maghrib di hari yang sama juga diselenggarakan festival warak dan Jipin Blantenan.
Sejarah "Dugder"
Sudah sejak lama umat Islam berbeda pendapat dalam menentukan hari dimulainya bulan Puasa, masing-masing pihak biasanya ingin mempertahankan kebenarannya sendiri-sendidi, hal tersebut sering menimbulkan beberapa penentuan dimulainya puasa ini mendapat perhatian yang berwajib. Hal ini terjadi pada tahun 1881 dibawah Pemerintah Kanjeng Bupari RMTA Purbaningrat.Beliaulah yang pertama kali memberanikan diri menentukan nulainya hari puasa, yaitu setelah Bedug Masjid Agung dan Maeriam di halaman Kabupaten dibunyikan masing-masing tiga kali. Sebelum membunyikan bedug dan meriam tersebut, diadakan upacara dihalaman Kabupaten
Adanya upacara Dug Der tersebut makin lama makin menarik perhatian masyarakat Semarang dan sekitarnya, menyebabkan datangnya para pedagang dari berbagai daerah yang menjual bermacam0macam makanan, minuman dan mainan anak-anak seperti yang terbuat dari tanah liat ( Celengan, Gerabah), mainan dari bambu ( Seruling, Gangsingan), mainan dari kerta (Warak Ngendog)
Jalannya Upacara
Sebelum pelaksanaan dibunyikan bedug dan meriam di Kabupaten, telah dipersiapkan berbagai perlengkapan berupa :1. Bendera2. Karangan bunga untuk dikalungkan pada 2 (dua) pucuk meriam yang akan dibunyikan.3. Obat Inggris (Mesiu) dan kertas koran yang merupakan perlengkapan meriam4. Gamelan disiapkan di pendopo Kabupaten.
Adapun petugas yang harus siap ditempat :1. Pembawa bendera2. Petugas yang membunyikan meriam dan bedug3. Niaga ( Pengrawit)4. Pemimpin Upacara, biasanya Lurah/Kepala Desa setempat.
Upacara Dug Der dilaksanakan sehari sebelum bulan puasa tepat pukul 15.30 WIB.Ki Lurah sebagai Pimpinan Upacara berpidato menetapkan hari dimulainya puasa dilanjutkan berdoa untuk mohon keselamatan. Kemudian Bedug di Masjid dibunyikan 3 (tiga) kali. Setelah itu gamelan Kabupaten dibunyikan dengan irama MOGANG.
Prosesi "Dugder"
Meskipun jaman sudah berubah dan berkembang namun tradisi Dug Der masih tetap dilestarikan. Walaupun pelaksanaan Upacara Tradisi ini sudah banyak mengalami perubahan, namun tidak mengurangi makna Dug Der itu sendiri. Penyebab perubahan pelaksanaan antara lain adalah pindahnya Pusat Pemerintahan ke Balaikota di Jl Pemuda dan semakin menyempitnya lahan Pasar Malam, karena berkembangnya bangunan-bangunan pertokoan di seputar Pasar Johar.Upacara Tradisi Dug Der sekarang dilaksanakan di halaman Balaikota dengan waktu yang sama, yaitu sehari sebelum bulan Puasa. Upacara dipimpin langsung oleh Bapak Walikota Semarang yang berperan sebagai Adipati Semarang.Setalah upacara selesai dilaksnakan, dilanjutkan dengan Prosesi/Karnaval yang diikuti oleh Pasukan Merah Putih, Drum band, Pasukan Pakaian Adat “ Bhinneka Tunggal Ika “, Meriam, Warak Ngendog dan berbagai kesenian yang ada di kota Semarang.
Dengan bergemanya suara bedug dan meriam inilah masyarakat kota Semarang dan sekitarnya mengetahui bahwa besok pagi dimulainya puasa tanpa perasaan ragu-ragu.
sumber :semarang.go.id
Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Budaya dan Pariwisata berencana menggelar tradisi Dugeran. Tradisi yang sudah masuk dalam Agenda Visit Indonesia 2010 tersebut rencananya akan digelar Selasa(10/8) mendatang dengan bertempat di Halaman Balaikota.
Berbagai agenda spesial telah dipersiapkan Disbudpar Kota Semarang untuk Dugderan 1431 H ini. Salah satunya yang menarik adalah lahirnya ikon Warak Buroq yang didesain spesial oleh seniman Semarang, Marco. Beberapa detail spesial dalam Warak Buroq yang akan dikendarai para pejabat dan tokoh masyarakat ini diantaranya adalah adanya detail kembang manggar serta detail tubuh warak yang dihiasai dengan batik semarangan. “Penggunaan batik ini dimaksudkan pula sebagai langkah melestarikan batik yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya benda,” ungkap Agung.
Kemeriahan Dugderan tak berhenti sampai disitu. Menurut Ka. Disbudpar, Agung Prijo Oetomo, dalam dugderan kali ini juga akan dimeriahkan dengan adanya ratusan lampion warak dan penjor di sepanjang jalan Pemuda. Yang unik, lampion warak tersebut dapat menyala dan memancarkan cahaya pada bagian matanya.
“Yang berbeda dalam Dugderan kali ini juga akan dimeriahkan dengan adanya drum band Akademi Kepolisian,” ungkap Ka. Disbudpar. Partisipasi drum band Akpol tersebut, lanjut Agung, dimaksudkan sebagai lambang semangat kegigihan, perwira untuk mengabdi pada bangsa dan negara.
Menurut rencana kegiatan dugderan akan dimulai dari pukul 12.00 WIB dengan dibuka oleh arak-arakan Walikota, Wakil Walikota, anggota DPRD, tokoh masyarakat, dengan bendi berhias warak. Rombongan menempuh rute dari Jln. Pemuda (depan balaikota) menuju Masjid Kauman. Disana, Walikota membacakan sukub yang kemudian menghasilkan halaqoh untuk diserahkan dan dimaklumatkan oleh Gubernur di Masjid Agung Jawa Tengah. Perayaan Dugderan juga akan diramaikan dengan tabuh bedug dan pelepasan bom udara di Masjid Agung Kauman.
Partisipasi masyarakat sangat diharapkan dalam turut mensukseskan tradisi dugderan ini. Selain dugderan, Disbudpar bekerjasama dengan Dinas Pasar kota Semarang juga akan menyelenggarakan megengan, sejenis pasar malam yang digelar mulai tanggal 31 Juli hingga 12 Agustus.
Imam Satrio, dari Dinas Pasar, berpesan agar para pedagang tidak khawatir dengan adanya acara megengan, karena Dinas Pasar telah mengatur sedemikian rupa agar pedagang di daerah Jln. Agus Salim masih dapat tetap laku berjualan.
"Pemilik toko di sepanjang Jalan Agus Salim tidak perlu risau, sebab kami berkoordinasi dengan Dinas Pasar akan menata. Penempatan pedagang pasar malam tidak akan menutup seluruh jalan. Masih ada akses jalan yang bisa digunakan. Jumlah pedagang dan kiosnya kita batasi. Jadi para pengusaha atau pemilik toko di sekitar lokasi megengan tidak perlu khawatir," katanya.