BAMBANG Iss, salah seorang pengamat musik Kota Semarang terlihat sedikit gusar saat menyampaikan materi pada Seminar Perkembangan Musik di Jawa Tengah gelaran Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT), Minggu (5/9) lalu. Seminar mengusung tema “Mewujudkan Potensi Musisi Jawa Tengah Go On.”
Dunia musik saat ini, menurut Bambang, bagaikan jagad misteri. Karena kuping pendengar musik Indonesia sudah tidak jelas lagi membedakan karya musik yang bermutu atau tidak.
Bahkan, lebih jauh Bambang mengungkapkan bahwa beberapa tahun terakhir ini iklim dunia musik Indonesia semakin tidak ketahuan juntrungnya. Hampir semua lagu yang diputar setiap hari memiliki tema seragam. Samasekali tidak ada inovasi dan eksplorasi dalam aransemen, lirik, irama, ataupun tema.
“Termasuk juga orang-orang yang ngaku-ngaku sebagai produser, keberadaan mereka semakin memperburuk keadaan. Para produser itu hanya bisnisman yang memiliki modal kapital tanpa memiliki sedikit pun wawasan musik,” ujar Bambang.
Bambang juga mengkritik pedas para pengelola stasiun televisi (swasta) yang menurutnya turut andil merusak musik Indonesia dengan menayangkan program musik setiap hari yang berisikan barisan musisi yang membawakan lagu-lagu tak bermutu.
Menurutnya, bagi para musisi muda yang memang ingin berkiprah di ranah seni musik, akan lebih baik jika memilih jalur indie, karena lebih terjaga dan terpercaya dari sisi kualitas bermusik. Meski nantinya berisiko tidak akan dikenal di luaran sana.
Selain membahas seputar perkembangan musik, seminar yang dihelat di Gedung PWI Jateng, Jalan Trilomba Juang, Mugas, Semarang ini juga diisi dengan pelatihan seni mencipta lagu secara praktis oleh Jalis Adiluhung dan juga seni mencipta syair lagu yang disampaikan oleh Ketua Komite Musik DKJT Bambang Suprayogi.
Sebelumnya, pengamat musik Heru Emka menjadi pembicara pertama. Di acara yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini, Heru membedah tentang kekuatan lirik di dalam musik lewat materi bertajuk Pamor Abadi Tembang Balada. (hery)
sumber : harian semarang
DI mana-mana, dosa pasti berujung petaka. Tapi dalam film garapan sutradara Dicky Yudhasoka, dosa bisa jadi kenangan indah. Ya, Dosa yang Terindah, film tergres yang siap digarapnya.
Kisah tentang persahabatan yang kental dengan drama percintaan berbalut pertikaian, memang lagi in di ranah perfilman Indonesia. Tapi ini bukan alasan bagi Dicky untuk meraup “untung.” Bukan pula meniru drama lain untuk mengangkat namanya. Dosa yang Terindah-nya merupakan cerita nyata dari kisah teman baiknya.
Drama dimulai dari kisah persahabatan Ricky (Andirano Philip) dan Dion (Marcell Siahaan), yang akrab sedari SMA. Meski sekilas tampak tidak cocok --Ricky yang suka seenaknya sendiri, dan Dion yang suka mengalah– tapi mereka tetap kompak. Bahkan dalam urusan cewek.
Konflik mulai mencuat ketika Ricky, yang doyan teler, akan menikahi Ranty (Nophie Yudha’s). Tapi sayang, kelakuannya yang hobi main cewek, membuat pernikahan itu batal, lantaran Elsa (Permatasari Harahap) yang tengah hamil datang dan mengungkap siapa ayah dari bayi yang dikandungnya.
Meski bengal, Ricky tetap punya tanggungjawab. Elsa dipilih untuk menggantikan Ranty sebagai istrinya. Sebaliknya Ranty menerima lamaran Dion.
Keresahan menggelayuti Ricky, karena Ranty-lah cinta sejatinya. Rasa penyesalan menari-nari menghantui perasaannya. Untuk menghilangkan rasa frustasinya, Ranty yang juga cinta mati pada Ricky, memilih pergi untuk sementara.
Tak lama setelah kejadian itu, Dion mengalami kecelakaan parah. Dia harus berbaring di ranjang sepanjang hari. Dalam kelumpuhannya, Dion meminta Ricky untuk mencari Ranty dan menikahinya. Tapi dengan syarat, kalau sudah sembuh, Ricky harus mengembalikan Ranty ke pelukannya.
Ricky pun setuju. Dia mulai mencari Ranty. Setelah ketemu, Ricky menepati janjinya. Pernikahan pun digelar. Tapi, ada yang mengganjal di benak Ricky. Meski sangat mencintai Ranty, dia tidak mau “menyentuh”-nya, mengingat Ranty sudah jadi milik Dion.
Saling Cocok
Seperti dalam kisah filmnya, bintang utama film ini, Nophie Yudha’s dan Andriano Philip pun mengaku sudah saling cocok. Jadi tidak terlalu sulit bagi mereka untuk main bareng. Andirano yang akrab disapa Nano, mengaku tak terlalu sulit memerankan Ricky yang Bengal, meski ini diakui sebagai karakter baru baginya.
“Soalnya saya sudah dekat sama Mas Dicky. Jadi sudah tahu selera peran seperti apa yang diinginkannya,” ujar Nano yang pernah membintangi film besutan Dicky, Bunga Pinus.
Begitu pun dengan Nophie. Dia malah sudah memerankan empat garapan Dicky, seperti Miracle, Fantasi Anak-anak (FTV), Satu Cinta Dua Jawaban (FTV), dan Saat Cinta Memerah. “Kalau main sama Nano sih, baru kali ini. Tapi nggak tahu kenapa, rasanya sudah cocok. Kita sama-sama merasa sudah dapet chemistry-nya. Jadi nggak ada kesulitan untuk menghayatinya,” cetusnya.
Seputar Semarang
Film yang diproduksi di bawah bendera Wira Pictures ini mengambil lokasi syuting sepenuhnya di seputar Semarang. Selain karena kisah aslinya di Kota Lunpia, Dicky mengaku tertantang untuk “menaklukkan” Semarang sebagai setting. Ya, Ibukota Jawa Tengah ini memang jadi momok para produser film, lantaran tidak sedikit garapan mereka yang gagal dibuat di sini.
Meski begitu, Dicky sengaja tidak menggunakan Bahasa Jawa untuk memperkuat karakteristik Semarangan. “Kita tetap menggunakan Bahasa Indonesia,” ujar sutradara asli Pekalongan ini.
Lebih dari itu, beberapa adegan juga diakui Dicky bakal cukup menantang. “Ada salah satu adegan bunuh diri dari atas kapal yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Itu adegan yang sangat sulit, pasti menantang dan dramatis,” ungkap Dicky.
Penggarapan Dosa yang Terindah akan dimulai usai Lebaran, 20 September mendatang. Rencananya, film ber-tagline “Cinta Kedua dari Orang Ketiga” yang skenarionya digarap sendiri oleh Dicky, berdasar true story, bakal diikutkan dalam Festival Film Indonesia, November mendatang. (ajie/dnr)
HARI Raya Idul Fitri merupakan hari istimewa bagi Arzetti Bilbina. Hari ini, model sekaligus presenter cantik ini siap memboyong keluarganya untuk pergi mudik ke kampung halamannya di Yogyakarta.
Jelang hari raya merupakan hari wajib mudik bagi keluarga Arzetti dan suaminya, Didiet. Tiap tahun, model tinggi langsing ini selalu bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.
Tahun ini, Arzetti akan pulang ke kampung halaman suaminya di Yogyakarta. “Mau nggak mau pulang, karena keluarga besar ada di kampung. Keluarga kita kebanyakan di daerah. Kita berangkat besok (hari in –red) naik pesawat. Di Yogya bakal sepuluh hari,” kata Arzetti di Citywalk, Sudirman, Jakarta, kemarin.
Mudik bukan sekadar kewajiban bagi model asal Sumatera Barat ini. Lebih dari itu, dia juga mengajarkan pada ketiga buah hatinya tentang makna pergi mudik.
“Sekalian pengin ngajarin anak-anak juga bahwa mereka punya asal-usul, sejarah, dan punya keluarga di kampung. Pada saat Lebaran mereka semua berkumpul, rasanya lebih nikmat. Kumpul-kumpul di rumah eyang. Nggak macet kayak di Jakarta,” tuturnya.
Arzetti dan sang suami sudah mengantisipasi untuk meninggalkan rumahnya agar aman dari perampokan. “Insya Allah ini sudah jadi ritual, jadi sudah banyak belajar. Jadi ninggalin rumah aman-aman saja,” ujar wanita berambut ikal ini. (dnr)
sumber : harian semarang
Pahala bertebaran selama Bulan Ramadan. Oki Setana Dewi berkesempatan untuk ikut meraih pahala di bulan suci ini. Bersama-sama dengan anak yatim, bintang film Ketika Cinta Bertasbih ini ngabuburit sambil berbelanja di Carrefour Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (5/9).
KEBAIKAN dan sikap saling peduli memang gampang terlahir di Bulan Ramadan. Begitu pun dengan yang dilakukan Oki Setianan Dewi lewat kegiatan ngabuburit bareng anak-anak yatim yang merupakan program Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) dan didukung oleh Kementerian Sosial RI tersebut.
“Seneng banget, bisa mengantarkan mereka belanja. Ada sarung, peci, kebutuhan Lebaran-lah pokoknya. Ini adalah program PKPU, yang juga dihadiri Pak Menteri Sosial,” tutur Oki.
Wanita cantik berjilbab ini mengaku ada kebahagiaan tersendiri saat melihat anak-anak tersebut sangat antusias. Hal itu juga makin membuatnya mengerti akan arti bersyukur.
“Makanya saya juga ikut berpartisipasi untuk ikut memberi kesenangan juga. Kalau anak-anak yang lain kan mereka belanja sama orangtua mereka. Kalau anak yatim, mereka nggak punya orangtua. Jadi kalau bukan kita, siapa lagi. Alhamdulillah banget, merasa lebih bersyukur bisa melihat mereka semangat menyambut Lebaran,” ungkap perempuan kelahiran Batam, 13 Januari 1989 ini.
“Dengan ikut berpartisipasi di sini, aku lebih merasa bersyukur karena dikasih keluarga yang lengkap. Allah memberi rizqi dan nikmat yang banyak kepada aku. Mudah-mudahan acara seperti ini bisa berlanjut sampai di luar Ramadan,” harap bintang Ketika Cinta Bertasbih versi film maupun sinetron ini. (dnr)
sumber : harian semarang
MESKI sudah bukan pacar lagi, tapi Anji masih berhubungan baik dengan Rini Wulandari atau dikenal dengan Rini Idol. Keduanya, menurut Anjui, juga masih sering sms-an.
“Masih kok, masih suka sms-an. Kemarin juga masih sms-an,” beber Anji, yang Lebaran nanti berniat untuk bersilaturahmi ke rumah Rini beserta keluarganya.
“Gue pasti ada keinginan untuk silaturahmi ke keluarga Rini, karena gue kan juga kenal dan deket sama bokap-nyokapnya. Pasti gue mau berkunjung-lah,” urai Anji, yang mengaku mengetahui rencana Rini mudik ke Medan.
Makanya, Anji akan menyegerakan silaturahminya sebelum kepulangan Rini ke kampung halamannya di Medan. Tapi jika terpaksa harus sekembali Rini dari Medan, Anji juga tetap akan melakukannya. “Wah, pokoknya kalau memang nanti dia Lebaran di Jakarta, gue temuin. Gimana sih, namanya gue pernah deket sama dia dan keluarganya, pasti tetep keep contact-lah,” tandasnya. (dnr)
sumber: harian semarang
KEMALANGAN bisa menimpa siapa saja. Mobil manajemen Gigi hilang dicuri, kemarin pagi. Beruntung, di dalam mobil tidak ada alat-alat band, sehingga kerugian ditaksir “hanya” Rp 200 juta.
“Kerugian ditaksir Rp 200 juta. Alhamdulillah, untungnya nggak ada alat-alat band, aman semua,” ujar pemilik mobil, Sueb Irawan, kemarin.
Di dalam mobil yang hilang itu cuma ada perlengkapan dan surat-surat. “Mobil itu biasa dipakai Gigi ke mana-mana,” ujar Sueb.
Sebelum hilang, mobil Toyota Kijang Innova warna hitam bernopol D 1165 XJ itu diparkir di depan kantor manajemen Gigi. Lantaran sudah biasa diparkir di situ, Sueb tak berfirasat buruk. Apalagi mobil itu biasa ditumpangi Gigi untuk tur ngabuburit.
“Saya lagi istirahat di depan kantor Gigi. Mobil diparkir di depan kantor Gigi di Tebet. Jam 3.00 pagi saya sahur, mobil masih ada. Jam 6.00 juga masih ada. Pas jam 7.30, saat saya masuk ke dalam, mobil sudah hilang. Dijebol kacanya,” ungkap Sueb.
Gigi tengah diuji kesabarannya di pengujung Ramadan ini. Sebelum kehilangan mobil, sehari sebelumnya, Sabtu (4/9), seorang kru grup Gigi, Feri Mahardika (30) tewas setelah mobil Kijang Innova yang ditumpanginya menyeruduk pantat truk tronton.
Kecelakaan terjadi di Jalan Tol Cipularang Km 86+400 Jalur A (dari Jakarta menuju Bandung), tepatnya di Desa Cijantung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sekitar pukul 7.45. (dnr)
sumber : harian semarang
ADA banyak hikmah yang bisa dinukil dari film Sang Pencerah. Menurut Giring, sosok KH Ahmad Dahlan seharusnya dicontoh oleh bangsa Indonesia saat ini. Bahkan vokalis Nidji ini mengaku lebih relijius setelah memerankan Muhammad Sujak, anak pertama KH Ahmad Dahlan, dalam film garapan Hanung Bramantyo ini.
Semalam Giring pun beritikaf di Masjid Al Hakim, Menteng, Jakarta Pusat. “Insya Allah itikaf saya bermanfaat,” ujar Giring usai peluncuran film Sang Pencerah di XXI FX Senayan, Jakarta, kemarin. Giring bersama Cynthia dan anaknya, serta orangtua mereka hadir di peluncuran film Sang Pencerah. Selain itu, hadir juga sang sutradara Hanung Bramantyo, Zaskia Adya Mecca, dan keluarga besarnya.
Menjemput malam 1.000 bulan atau lailatul qadar memang sudah lama diniatkan Giring. Perubahannya menjadi lebih relijius memang pengaruh setelah menyelesaikan syuting film yang bercerita tentang perjuangan KH Ahmad Dahlan, pendiri organisasi massa Muhammadiyah.
“Saya nggak tahu setelah main film ini banyak perubahan yang terjadi. Sebelumnya dari orang yang ambisius, jadi lebih tenang, tidak banyak ngoyo, dan lebih mendekatkan diri pada Allah,” tutur Giring.
Lebih dari itu, Giring juga mengatakan, sengaja mengunduh Alquran di telepon selulernya agar bisa dibaca setiap saat. “Insya Allah bulan puasa ini tidak bolong dan merasakan bulan puasa ini yang sebenar-benarnya,” ujarnya.
Mengenai ketertarikannya memerankan karakter Muhammad Sujak sebagai murid pertama KH Ahmad Dahlan adalah karena cerita tokoh Sang Pencerah itu sendiri. Ahmad Dahlan sudah berhaji di usianya yang masih sangat belia, 15 tahun.
“Hebatnya, setelah pulang naik haji, dia pulang kampung dan mengubah kampungnya. Ini yang tidak bisa ditemui di anak-anak muda zaman sekarang,” ujar Giring.
Sosok Ahmad Dahlan, menurut Giring, memiliki keyakinan agama yang kuat. Tapi dia bisa hidup berdampingan dengan umat agama lain. “Dan bahkan bisa bekerjasama dengan (umat) agama lain,” terangnya.
Sikap seperti inilah yang menurut Giring patut dicontoh oleh bangsa Indonesia saat ini, di mana toleransi antarumat beragama mulai meredup.
“Seharusnya ini jadi contoh untuk bangsa Indonesia saat ini,” kata Giring yang baru pertama kali bermain film. (dnr)
sumber harian semarang
Tinggal tiga hari lagi umat Islam sedunia bakal merayakan hari kemenangan. Lebaran memang begitu didambakan. Segala persiapan sudah dilakukan, termasuk acara mudik. Namun, mengapa Olivia Zalianty tenang-tenang saja, dan meyakini Lebaran hanyalah simbol permaafan?
HARI Raya Idul Fitri tahun ini, Olivia Zalianty memastikan absen melakukan rutinitas mudik. Ia tidak pulang kampung seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun-tahun lalu setelah Lebaran, mudiknya ke tempat bapak di Solo atau ke Surabaya,” ujar adik kandung bintang cantik Marcella Zalianty yang akrab disapa Oliv ini. “Biasanya kalau Lebaran kita selalu ngumpul di rumah nenek. Tapi sekarang paling di rumah Mama saja, di Jakarta. Karena tahun ini nenek aku meninggal, jadi tahun ini Lebaran pertama nggak ada nenek,” lanjutnya.
Kerinduan pastinya dirasakan oleh putri aktris senior Tetty Liz Indriati ini terhadap sang nenek. Oliv jadi teringat nasihat nenek dan juga kemauan almarhumah yang belum sempat dijalaninya.
“Dia selalu bilang, dia belum ketemu teman laki-laki aku dan nggak pernah dikenalin ke nenek. Sedih juga sih, nggak bisa menuhin kemauan nenek. Nenek itu tempat curhat paling enak buat aku,” kata Olivia di Jakarta, kemarin.
Untuk tradisi Lebaran sendiri, Oliv mengaku sama saja seperti kebanyakan orang. Sungkem jadi ritual pertama setelah shalat id. “Yang pasti aku sungkem benar-benar sama orangtua, karena itu refleksi kesalahan aku selama setahun sama mereka,” terang cewek bongsor kelahiran Jakarta, 18 Oktober 1981 ini.
.
“Kita sadar, untuk saling maafin dan berbagi. Lebaran cuma simbol saja untuk beri maaf, karena beri maaf dan berbagi nggak cuma saat Lebaran. Lebaran itu hanya simbol untuk lebih baik lagi,” tegas Duta Antinarkoba ini. (dnr)
USAI bergelar Juara Indonesia Idol 2006, Muhammad Ihsan Tarore semakin sibuk saja dengan dunia keartisannya. Terbukti, cowok asal Medan ini sudah dua kali tidak pernah mudik ke kampung halamannya.
Pemeran Muhammad Darwis dalam film Sang Pencerah ini mengatakan, ketidakpulangannya kali ini dikarenakan dirinya sudah telanjur kontrak kerja dengan klien.
“Jauh sebelum bulan puasa datang, saya sudah telanjur tanda tangan kontrak untuk mengisi berbagai macam acara, termasuk promo film Sang Pencerah yang akan rilis 8 September mendatang,” tutur Ihsan, saat ditemui di FX Senayan, Jakarta, kemarin.
Beruntung keluarganya di Medan mengerti tentang kesibukan cowok kelahiran, 21 Agustus 1989 ini. “Lebaran kali ini, justru orangtua yang ke Jakarta. Kebetulan adik-adik sudah duluan di sini karena musim libur,” tutur Ihsan. (dnr)
sumber: harian semarang
MASALAH dengan sang (mantan) kekasih Rizky The Potters, yang belakangan masih membelitnya, tak menjadikan Nikita Mirzani kehilangan kekhusukan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Lebih dari itu, Nikita masih sempat berbagi kebahagiaan dengan berbuka puasa bersama dengan sejumlah anak yatim piatu di Bilangan Pejaten, yang juga dihadiri Bunda Desta dan artis senior Sally Marcellina, baru-baru ini.
“Yah, sejak mama meninggal, Bunda Desta ini telah menjadi ibuku. Di rumah Bunda Desta inilah kita rutin mengadakan acara berbuka puasa bersama dengan anak-anak yatim piatu untuk berbagi kebahagiaan,” ujar Nikita.
Selama bulan puasa ini, Nikita mengaku bersyukur bisa menunaikan ibadah dengan baik. “Sampai saat ini puasa masih lancar dan tidak bolong, karena kebetulan selama Ramadan ini tidak ada kerjaan. Setelah Lebaran aku baru ada kerjaan,” ungkapnya. (dnr)
HARI Raya Idul Fitri tinggal dua pekan lagi. Global TV sebagai salah satu stasiun televisi yang memiliki motto “Untuk Keluarga Indonesia” sudah mempersiapkan program-program menarik untuk ditonton selama musim libur Lebaran.
Berbagai program spesial dan unggulan Global TV yang dapat menambah keceriaan di Hari Raya Idul Fitri, di antaranya dimulai dengan siaran langsung Shalat Ied dari Masjid Istiqlal pada pukul 7.00. Dilanjutkan dengan program komedi situasi Abdel dan Temon Spesial Lebaran pada pukul 12.00, kemudian Dapur Aisyah yang akan menemani pemirsa di sore hari.
“Memang untuk Hari Raya Idul Fitri kita sudah mempersiapkan program-program unggulan spesial Lebaran. Kita berharap program-program spesial Lebaran Global TV bisa menambah ceria dan hikmat suasana Hari Raya Idul Fitri,” ujar Daniel Hartono, Direktur Utama Global TV saat media gathering di Studio AD, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (26/8).
Selain itu, Global TV juga sudah mempersiapkan program Bukan Lebaran Biasa yang akan ditayangkan pada pukul 16.30. Program yang menampilkan artis-artis papan atas seperti Okky Lukman, Ayu Dewi, Olivia Lubis Jensen, Olga Syahputra, Arie Untung, dan Edric Tjandra akan mempersembahkan guyonan-guyonan ringan.
Untuk pecinta sepakbola, Global TV juga tetap akan menyiarkan Barclays Premier League. Pertandingan-pertandingan penting bakal disiarkan secara langsung maupun tunda oleh Global TV, untuk memanjakan pecinta sepakbola. (dnr)
DI tengah Ramadan ini, Shelomita justru mengalami panas dalam cukup serius. Bibir indahnya sampai berdarah.
“Saya kalau panas dalam parah sampai begini, bibir jadi berdarah. Terutama kalau lagi keluar negeri, yang udaranya dingin banget dan kering pasti begini. Bibir saya sampai berdarah, karena saya sendiri sebenarnya tidak kuat kalau panas dalam,” jelasnya di Jakarta, kemarin.
Padahal, ketika memasuki bulan puasa, dia mengaku selalu mengonsumsi berbagai vitamin dan banyak buah-buah segar, agar tak mengalami panas dalam dan bibirnya tak kembali kering. “Pas sahur, saya banyak minum air putih, vitamin C, makan buah-buahan segar, dan pakai pelembap biar bibir tidak semakin kering,” sambungnya.
Aktris sekaligus penyanyi cantik ini coba berpuasa, meski masih menyusui buah hatinya paling kecil. Meski akhirnya dia harus mengalami demam dan dehidrasi.
“Karena menyusui, saya kurang kuat puasa tahun ini. Biasanya kalau menyusui itu, saya tidak berpuasa. Tapi tahun ini saya eksperimen, saya coba puasa sambil menyusui, dan saya pikir saya kuat. Suatu hari, badan saya demam sampai 38,5 derajat Celsius karena saya belasan tahun tidak pernah demam. Saat saya puasa, jadi dehidrasi dan kurang tidur, terus mungkin karena ASI-nya berproduksi jadi badan tidak fit. Sementara itu saya juga banyak kegiatan,” jelasnya sambil sesekali menahan perih bibirnya. (dnr)
BUKAN selebritas, bukan pula cewek yang bernasib istimewa seperti Shinta-Jojo “Keong Racun” yang tak sengaja tenar lewat YouTube. Sydney Dalton hanya seorang gadis biasa yang bertemu dengan Justin Bieber dan rupanya akhirnya jatuh cinta.
Menyukai Justin Bieber adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah saat dia melakukan hal-hal yang buruk untuk merealisasikan hubungan yang tidak mungkin tersebut. Hal itu yang rupanya terjadi pada Sydney ketika dia menyadari rasa cintanya pada Justin itu tidak sehat dan harus dihentikan sekarang juga.
Pemikiran itu sebenarnya bagus, namun cara yang dipakainya untuk menunjukkan hal itu membuat banyak orang marah, terutama fans Justin.
Sydney membuat video bersama dua orang temannya yang menunjukkan mereka menyobek poster-poster Justin. Kesalahan yang lebih besar adalah dia mengunggah video itu di YouTube, dan akhirnya Sydney pun harus berhadapan dengan sekelompok fans Justin yang marah.
Kini Sydney benar-benar harus menghadapi serangan kebencian dari fans Justin. Dia kehilangan teman yang membuat video itu bersamanya, pun keanggotaannya dalam fan site Justine Bieber. Sejauh ini, Sydney terus menerus menjadi sasaran cyber bullying. Bahkan, namanya menjadi trending topic nomor satu di Twitter. (dnr)
Ramadan adalah momen yang paling tepat bagi Zarima Mirafsur untuk peduli dengan anak yatim piatu. Wanita yang dulu terkenal dengan julukan Ratu Ekstasi ini, belakangan juga tampak sering hadir dalam kegiatan yang bersifat spiritual.
PERSETERUANNYA dengan Ferry Juan soal perebutan hak asuh anak hingga berakhir dengan terjadinya “penculikan”, telah menempa spiritualitas Zarima Mirafsur. Apalagi saat ini anaknya tinggal dengan Ferry Juan.
Bagi Zarima, ini merupakan tahun kelima dia berlebaran tanpa buah hatinya, Niquita Chairunnisya. Dia sangat merindukan buah hatinya dan berharap suatu saat bisa bertemu.
Cercaan peroalan hidup itu kian membuatnya menahan rindu pada sang anak, sehingga Zarima merasa harus peduli dan memperhatikan pada anak-anak yang lain. “Di Bulan Ramadan ini waktunya kita peduli dengan anak yatim piatu. Kita juga wajib memperhatikan mereka supaya selamat dunia akhirat. Sebagai orang Islam, saya selalu ikuti kegiatan yang sifatnya spiritual,” ujarnya saat ditemui di acara buka puasa bersama 100 anak yatim di Cipinang, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Zarima rela mengurangi pekerjaannya untuk andil dalam kegiatan tersebut. Zarima coba menjalankan ibadah dan sunnah Rasul supaya menjadi berkah dan bisa terus bertakwa.
“Saya mengurangi aktivitas, saya lebih menjalankan ibadah dan sunnah Rasul. Kita nggak mau rugi karena kegiatan kayak gini cuma setahun sekali. Sunnah Rasul yang saya jalankan meliputi kedisiplinan, waktu menerima tamu, waktu makan, waktu tidur. Pokoknya berusaha menjalankan seperti apa yang dijalankan Rasul, supaya bisa jadi berkah dan bisa bikin kita makin bertakwa,” paparnya.
Kegiatan keislaman semacam ini, menurut Zarima, harus dilandasi dengan niat baik. Bukan untuk pamer agar diekspos publik. Dia juga mengajak rekan-rekan sesama artis untuk berpartisipasi.
“Setiap temen-teman artis mungkin ingin memperbaiki diri. Saya pikir dengan memberi santunan dan berbuat baik di Bulan Ramadan adalah proses, bukan riya untuk diekspos publik, melainkan niat baik mereka sendiri untuk berbuat lebih baik,” tegasnya. (dnr)
SETELAH berhasil digelandang ke kantor Kejari Jakarta Selatan, Andi Soraya tengah menunggu proses apakah akan dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu atau LP Tangerang.
“Dia bisa ditaruh di Pondok Bambu atau LP Tangerang. Sekarang kami sedang koordinasi dengan pihak lapas. Pilihannya ya cuma di dua tempat itu,” jelas Yusuf, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di kantornya, kemarin.
Yusuf menegaskan, Andi tidak berhak memilih akan menjalani hukuman di rutan Pondok Bambu atau LP Tangerang. “Dia nggak boleh memilih. Kalau penginnya dia sendiri, semua orang asal milih dong nanti,” tukasnya.
Saat ini, ibu dua anak itu sedang menjalani proses cek dan ricek untuk pelaksaan eksekusi di Kejari Jaksel, yaitu proses administrasi dan fisik. “Kalau aku sendiri sih, pasrah aja,” kata Andi Soraya dengan raut derita.
Seperti diketahui, Andi dinyatakan bersalah dan divonis tiga bulan penjara karena terbukti melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP tentang tindak penganiayaan ringan (melempar gelas) terhadap perempuan bernama Sri Sukaesih pada 22 November 2008 di Second Floor, Kemang, Jakarta Selatan. (dnr)