Remaja Gayamsari IV Kel.Gemah Kec. Pedurungan, berkeliling kampung menabuh drum dan barang bekas, untuk membangunkan orang sahur
dailyvideo
Hubungan RI-Malaysia
Jakarta - Ketua Umum Hanura, Wiranto, mengomentari pidato Presiden SBY soal hubungan Indonesia-Malaysia. Wiranto menilai tidak layak kedaulatan diukur dari sisi untung rugi ekonomi.
"Kami sangat menyesalkan kedaulatan diukur dari untung rugi ekonomi," ujar Wiranto saat buka bersama di Kantor DPP Hanura, Jl diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (3/9/2010).
Wiranto juga menilai setelah mengalami berbagai tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh negeri Jiran. Maka harusnya pemerintah bersikap lebih keras.
"Tentunya tidak gegabah, bukan tanpa perhitungan kita lakukan, tapi berdasarkan suatu pertimbangan kedaulatan nasional harus dijaga," tegas Wiranto.
Menurut Wiranto, saat pasukan sekutu mendarat di Surabaya dulu. Tanpa memikirkan kerugian materi dan korban jiwa, para pemuda Surabaya dulu memilih mempertahankan kedaulatan. Apa pun resikonya.
"Itu harga dari kedaulatan," ujar mantan Panglima ABRI ini.
Sementara itu Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Husin mengusulkan agar pemerintah menarik Dubes RI dari Malaysia.
"Saya yakin suatu hari nanti mereka akan melakukan hal seperti ini lagi. Tarik Dubes di Malaysia itu akan membuat efek jera," ujar Saleh.
(rdf/mad) sumber: detiknews.com
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya buka suara soal wacana pemindahan Ibukota Jakarta yang akhir-akhir ini mengemuka. Menurut SBY, Pemindahan ibukota memang merupakan salah satu dari tiga opsi untuk mengatasi kemacetan yang makin menggila di Jakarta.
"Kalau solusinya pertahankan Jakarta baik sebagai ibukota sekaligus pusat pemerintahan, maka solusinya adalah mengatasi kemacetan Jakarta, ini one option," kata SBY.
Hal tersebut dia katakan saat memberikan sambutan dalam buka puasa bersama dengan pengurus dan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Jakarta Convention Center, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Opsi kedua, menurut SBY, Indonesia bisa membandingkan dengan apa yang dilakukan Malaysia. Ibukota Malaysia tetap berada di Kuala Lumpur, tapi pusat pemerintahan berada di Putrajaya.
"Dipisahkan, cut off. Tetapi tentu ada komunikasi yang baik. Berkembanglah PutraJaya," ujar SBY.
"Ketiga, sama sekali membangun ibu kota yang baru, the real capital, the real govement center. Seperti Canberra, Brasilia, Ankara dan tempat-tempat yang lain," sambung SBY.
Ketiga opsi tersebut, menurut SBY ada plus minusnya. Tapi harus diputuskan. Kalau diputuskan, misalnya opsi kedua dan tiga, maka mau tidak mau harus membangun pusat pemerintahan baru. Maka 10 tahun dari sekarang baru bisa dilakukan berdirinya pusat pemerintahan yang baru yang sudah terencana dengan desain yang bagus dan memenuhi syarat-syarat sebagai pemerintahan yang baik.
"Saya sudah berpikir diam-diam, meskipun tidak setiap saat berbicara di hadapn pers, karena ini fundamental itu diperlukan kesepakatan bersama baik itu pemerintah, parlemen dan semua kalangan masyarakat, mana yang kita pilih." terang dia.
Jika opsi kedua dipilih, misalnya menurut SBY, biarkan Jakarta dipertahankan sebagai ibu kota, ekonomi, perdagangan dan semua dibangun tempat yang baru sebagai pusat pemerintahan.
"Nah kalau kita membangun baru tentu well plan, well design, kemudian kita hitung keindahan aspek lingkungan dan lain-lain. Kita barangkali butuh waktu 5-7 tahun untuk membangunnya, itu by project," ungkap SBY.
SBY mencontohkan, pusat pemerintahan di Malaysia, Putra Jaya, menghabiskan uang sekitar Rp 80 triliun. Jika Indonesia ingin membangun seperti itu dengan cakupan yang lebih luas, bisa saja. Dananya bisa diambil dari APBN sebagian, sebagian partnership, govement dengan publik, sebagian mungkin bisa melepas aset pemerintah yang ada di Jakarta.
"Kemudian kita bangun yang baru. banyak opsi yang tersedia, tetapi yang jelas. Kalau menjadi pilihan kita nanti saya akan mendengar masukan, rekomendasi dari semua pihak," papar SBY.
SBY berandai-andai, jika pemindahan ibukota benar-benar dilaksanakan,
tentunya 90 persen dibangun oleh pengusaha dalam negeri. Material yang diimpor dibatasi tidak lebih 10 persen, selebihnya di dalam negeri.
"Oleh karena itu, ini masalah besar, masalah fundamental, jangan berteriak tiap hari kemacetan-kemacetan tapi tidak berpikir besar. Kita harus think big, kemudian melakukan sesuatu dengan seksama," harapnya.
"Saya mendengar sebulan ini silang pendapat entah kemana kita. Kemananya nanti, yang penting konsepnya benar, idenya benar, desainnya benar kita sepakat bahwa apa yang kita lakukan solusi untuk Jakarta ke depan," tutup SBY disambut tepuk tangan hadirin.
(anw/rdf)
sumber: detiknews.com
Bentrok antara warga Buol, Sulawesi Tengah dan aparat kepolisian yang terjadi sejak Selasa (31/8) malam sampai Rabu (1/9) dinihari dilaporkan telah menewaskan lima orang dan puluhan korban luka-luka. Abdul Hamid Lakuntu (Pelaksana tugas Direktur Rumah Sakit Daerah Buol), mengatakan semua korban yang tewas mengalami luka tembak di kepala.
''Semua korban tewas sudah dipulangkan ke rumah keluarganya masing-masing, sedangkan korban luka-luka masih dalam perawatan intensif di RS,'' kata dia di tempat kerjanya, Rabu (1/9).
Pihak RSD Bual mencatat jumlah korban yang sempat dirawat dan masih dalam perawatan di rumah sakit akibat insiden itu sebanyak 26 orang. Beliau menambahkan, saat ini ada lima dalam kondisi kritis yang masih dirawat RSU daerah itu dalam kondisi kritis. ''Lima korban kritis dirawat di ruangan UGD dan ICU,'' jelasnya.
Pihaknya tengah mengoperasi salah satu korban insiden tadi malam yang tertembak untuk mengeluarkan proyektil peluru. ''Pelurunya masih dikeluarkan dokter kami,'' ujar dia.
Dikatakannya juga, rata-rata peluru yang menembus kelima korban kritis dan empat lainnya yang meninggal dunia itu tepat di bagian vital tubuh dan mematikan.
sumber : Republika.co
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, segera menyatakan sikap resmi terkait ketegangan dengan Malaysia. "Menkopolhukam telah diistruksikan secara khusus (oleh Presiden) untuk menangani hal ini. Untuk itu beliau akan memberikan konfrensi pers nanti terhadap sikap resmi pemerintah dalam menyikapi perkembangan terakhir hubungan Indonesia-Malaysia," kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat kemarin.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan penjelasan resmi di Mabes TNI di Cilangkap tentang sikap pemerintah terkait insiden Tanjung Berakit, yakni penangkapan tiga petugas maritim Indonesia oleh Polisi Laut Malaysia.
Menurut Julian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menginstruksikan agar ada sikap resmi pemerintah Indonesia yang disampaikan secara tertulis kepada pemerintah Malaysia. "Kita akan sampaikan kepada Perdana Menteri Malaysia mengenai sikap pemerintah Indonesia," kata Julian.
Julian mengatakan, Presiden juga memerintahkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk melakukan berbagai upaya diplomasi, termasuk meningkatkan mutu sejumlah nota kesepahaman dengan Malaysia. "Awal September akan ada forum tingkat menteri luar negeri yang akan dimanfaatkan untuk mendiskusikan posisi Indonesia dan Malaysia", kata Julian.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Anifah Aman menyatakan, rakyat Malaysia telah kehilangan kesabaran akan sejumlah aksi demonstrasi yang dilakukan di Indonesia. Dimana demonstrasi di Indonesia itu terjadi karena dipicu oleh penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh polisi Malaysia.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan pula, sikap Indonesia tetap tegas terkait insiden penangkapan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut. Pemerintah Indonesia tidak berniat tawar-menawar terkait sengketa batas wilayah dengan Malaysia.
Terkait aksi pembakaran bendera Malaysia dan pelemparan kotoran ke gedung kedutaan Malaysia di Jakarta kemarin yang menjadi pemicu hilangnya kesabaran pihak Malaysia, Djoko menyatakan, bahwa setiap aksi demonstrasi harus mematuhi aturan. Katanya,"Begini ya, saya selalu sampaikan dari dulu, demo melakukan aspirasi, kan diberikan ruang, diberikan peluang, diberikan kesempatan. Tetapi yang tidak melanggar aturan, kan. Itu saja kuncinya, terjemahkan sendiri itu,".
Sebelumnya, sejumlah pemberitaan menyatakan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diperlakukan seperti tahanan oleh Kepolisian Malaysia, setelah ditangkap di perairan Indonesia. Ketiga warga negara Indonesia itu adalah Asriadi (40), Erwan (37), dan Seivo Grevo Wewengkang (26). Ketiganya kini telah dibebaskan. Pemberitaan menyatakan, para petugas KKP itu diborgol dan pakaian dinas Kementerian Kelautan dan Perikanan dilucuti setelah ditangkap oleh kepolisian Malaysia.
Melalui penjelasan itu Presiden ingin mendudukan masalah tersebut pada tempatnya. Presiden meminta warga agar berpikir dan bertindak rasional, bukan emosional. Sikap pemerintah itu, kata Presiden, untuk memberi pesan ketegasan, dan tidak ada kompromi dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah. "Saya juga ingin mendorong agar Malaysia lebih sungguh-sungguh menyelesaikan batas maritim dan menjaga hubungan baik," kata Presiden.
Timur Pradopo
Imam Sudjarwo
Nanan Sukarna
Isu mengenai calon Kapolri pengganti Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang akan pensiun Oktober mendatang terus bergulir. Santernya terdengar tiga calon sudah dikantongi SBY. Mereka yakni Irwasum Komjen Pol Nanan Sukarna, Kapolda Metro Irjen Pol Timur Pradopo, dan Kepala Lemdikpol Polri Irjen Pol Imam Sudjarwo. Siapa terpilih?
Perampokan Bank CIMB Niaga Medan
perampokan bersenjata Bank Cimb niaga Medan
Jakarta - Para perampok Bank CIMB Niaga di Medan menggunakan senjata api jenis AS-47 dan M16, yang merupakan senjata standar TNI/Polri. Namun hingga kini, belum ada indikasi keterlibatan anggota TNI/Polri dalam peristiwa itu.
"Belum ada indikasi adanya penyalahgunaan senjata dari TNI/Polri," kata Kadivhumas Polri, Brigjen Polisi Iskandar Hasan, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Sabtu (21/8/2010).
Menurut Iskandar, pihaknya masih menyelidiki dan menganalisa sisa proyektil dan selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian. Karenanya, belum bisa disimpulkan kelompok mana dan dari mana senjata perampok berasal.
"Bisa saja senjata-senjata sisa GAM di Aceh. Masa-masa konflik dulu kan perorangan banyak yang belum menghancurkannya, lalu ada orang lain yang memanfaatkan," ujar Iskandar.
Pascaperampokan pada Rabu (18/8/2010), beredar sejumlah foto-foto yang merekam adegan peristiwa itu. Dalam foto-foto itu,
tampak dua pelaku yang mengenakan helm dan masker menenteng senjata M-16 dan AK 47 dalam aksinya. Keduanya berbadan tegap dan terlihat sudah biasa memegang senjata berat itu.
Tampak pula pria berkemeja biru lengan panjang membawa tas besar berwarna biru. Diduga tas tersebut berisi uang hasil rampokan sebesar Rp 400 juta. Tubuh pria berkemeja biru itu juga terlihat atletis. Seperti yang lainnya, dia juga mengenakan helm dan masker yang biasa dikenakan pengendara sepeda motor.
Menurut keterangan saksi mata, aksi perampokan tersebut dilakukan oleh 16 orang pria. Para pelaku datang dengan berboncengan 8 sepeda motor bebek dan skutik. Sebelum menggasak uang, para pelaku terlebih dahulu menembak mati seorang anggota Brimob dan melukai 2 satpam.
Jurnalis TV Tewas Dikeroyok Jakarta - Ridwan Salamun tewas ketika meliput tawuran antar warga di Tual, Maluku Tenggara. Jurnalis televisi itu dikeroyok secara brutal oleh salah kelompok yang terlibat tawuran. Berikut kronologi peristiwa berdarah itu.
Tawuran berawal dari masalah sepele antar dua kelompok pemua desa yang bertetangga. Seorang pemuda dari Desa Bandaeli menegur pemuda Desa Tigitan karena berkendara sepeda motor secara ngebut sehingga membuat bising yang menganggu salat tarawih.
Teguran ini berbuah rasa tersinggung. Buntutnya si pemuda pengendara sepeda motor yang ditegur itu lantas mengerahkan kawan-kawan dari desanya untuk melampiaskan rasa tersinggungnya.
"Polisi sudah berusahan mencegah, tetapi kewalahan, tidak mampu mengimbangi banyaknya massa," kata Kadivhumas Polri Brigjen Iskandar Hasan kepada detikcom, Sabtu (21/8/2010).
Berikut kronologi kejadian versi polisi terkait bentrokan warga yang menyebabkan Ridwan tewas;
16 Agustus
Saat salat taraweh seorang pemuda Kampung Bandaeli menegur pemuda Desa Tigitan Kecamatan Dula Utara yang melintas karena ngebut memakai sepeda motor bersuara bising.
19 Agustus
Terjadi pelemparan di Bandaeli diduga dilakukan oleh pemuda Kampung Tigitan akibatnya beberapa rumah rusak.
20 Agustus
Selepas salat Jumat tokoh dari dua desa bermusyawarah untuk menghentikan pertikaian dan sepakat didirikan posko yang dijaga Polres dan Polsek Maluku Tenggara.
21 Agustus
Antara pukul 06.00-07.00 WIT kelompok Bandaeli menyerang ke Tigitan dan terjadi bentrok massa. Petugas polisi yang berjaga di posko berusaha untuk menghalangi, tapi kewalahan.
"Pada saat bentrok terjadi, saudara Ridwan Salamun ditikam tombak bagian badan dan ditebas parang dari belakang. Diduga dilakukan oleh kelompok Tigitan," tutur Iskandar.
Melihat ada korban yang tergelak dengan luka parah, polisi bergegas memberi pertolongan. Ridwan dilarikan ke RS terdekat dan sempat mendapat penanganan medis.
"Tapi nyawanya tidak tertolong lagi. Kasus ini diusut Polres Maluku Tenggara. Para pelaku masih dalam penyelidikan," sambung Iskandar.